Penjelasan Penyakit Campak Pada Anak

campak-pada-anak

Themillennial.my.id – Penyakit campak pada anak itu biasanya akan menular melalui saluran pernafasan yang keluar seperti batuk dan bersin.

Apabila ada anak yang menghirup cairan bersin atau batuk dari si penderita campak, maka si anak tersebutnya akan tertular penyakit campak.

Tak hanya itu, penularan penyakit campak ini juga kerap menempel pada benda-benda tertentu dan bisa bertahan di udara selama dua jam.

Lantas, mengapa penyakit campak kerap menyerang anak-anak? Berdasarkan dari hasil penelitian, system kekebalan tubuh pada anak-anak itu belum sekuat orang dewasa sehingga rentan terkena penyakit campak.

Itu sebabnya, mengapa pemberian imunisasi sejak dini sangatlah penting. Penyakit campak itu sendiri diakibatkan oleh infeksi virus berjenis paramyxovirus.

Adapun mengenai beberapa ciri atau gejala dari penyakit campak yang harus kalian ketahui seperti di bawah ini.

Ciri dan Gejala Penyakit Campak:

  • Keluhan mata memerah yang disertai dengan batuk, pilek, dan demam tinggi selama empat hari sebelum ruam muncul.
  • Muncul bercak atau totol-totol berwarna kemerahan di area wajah, yang kemudian akan menyebar ke seluruh tubuh dalam 3 hari.
  • Muncul bintik-bintik berwarna putih di sepanjang garis mulut (koplik’s spot).
  • Terkena kontak dengan anak penderita campak lainnya, sekitar 10 hari sebelum muncul gejala awal.
  • Tubuh lemas dan lelah
  • Rasa nyeri di sendi
  • Selera makan yang menurun

Cara Pengobatan Penyakit Campak:

1. Menambah Asupan Cairan

Ketika gejala penyakit campak pada si kecil sudah muncul, maka kita harus memberikannya banyak cairan agar terhindar dari dehidrasi.

Konsumsi air mineral atau air putih juga dapat melegakan tenggorokan yang gatal akibat batuk. Terlebih ketika suhu tubuhnya semakin meningkat, dimana pemberian cairan ini sangatlah penting.

2. Meredakan Demam

Guna mengembalikan daya tahan tubuh si kecil, maka cara mengobati campak pada bayi yang harus kita lakukan adalah dengan meredakan demamnya.

Dalam hal ini, kita bisa memberinya parasetamol atau ibuprofen yang berbentuk cairan. Saat suhu tubuhnya kembali normal, maka gejala campaknya pun akan segera membaik.

3. Pemberian Vaksinasi Campak

Seperti yang sudah disebutkan pada ulasan diatas tadi, bahwa pemberian imunisasi berupa vaksin campak itu sangatlah penting.

Melalui arahan dokter, pemberian vaksin tersebut akan dilakukan lewat suntikan serum globulin imun untuk bayi, dalam 6 hari setelah didiagnosa tertular virus campak.

Baca juga: 3 Cara Menghilangkan Kutu Rambut Dengan Cepat dan Alami

4. Menggunakan Terapi Uap

Kemunculan gejala lain pada penyakit campak seperti pilek, bisa saja terjadi. Apabila dibiarkan, tentunya hidung si kecil akan tersumbat yang membuat pernafasannya terganggu.

Untuk mengatasi masalah tersebut, kita bisa melakukannya dengan menggunakan terapi uap.

5. Memperbanyak Asupan Vitamin A

Menurut para ahli kesehatan, pemberian vitamin A pada bayi yang menderita penyakit campak itu cukup efektif untuk meredakan gejalanya lho.

Bahkan yang lebih hebatnya lagi, vitamin A tersebut mampu mengurangi resiko munculnya komplikasi dan mempercepat proses penyembuhan.

Untuk anak yang usianya di bawah 1 tahun, sebaiknya kita memberikan dosis vitamin hingga 100.000 IU.

Itulah beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk mengobati penyakit campak pada anak. Dengan begitu, kita sebagai orangtua tidak perlu panik ketika si kecil mengalami campak.

Jika gejalanya semakin bertambah parah atau tidak kunjung mereda, sebaiknya segera bawa si kecil ke dokter terdekat agar mendapatkan penanganan yang lebih tepat.

Baca juga: Ini dia Tanda-Tanda Kanker Serviks Yang Harus Diketahui

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *